Cara Menghitung Premi Asuransi All Risk – Pemilik kendaraan tentu sadar pentingnya memiliki proteksi asuransi mobil. Sebab, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dan menimpa pada diri maupun kendaraan saat berkendara di jalan raya.

Memiliki asuransi mobil, salah satunya asuransi mobil Toyota, maka dapat memudahkan Anda saat kendaraanl tiba-tiba mogok atau rusak. Bahkan, bila mengalami kehilangan atau tertimpa bencana alam hingga berada di tengah-tengah huru hara, asalkan tertera dalam polis asuransi.

Dengan bengkel rekanan yang dimiliki asuransi, maka akan melepaskan beban pikiran dan kepanikan karena mobil tiba-tiba rusak. Namun, tentu saja Anda harus mengetahui dulu jenis asuransi kendaraan yang dipilih, apakah Total Loss Only (TLO) atau asuransi mobil All Risk.

Jika Anda tertarik ingin memiliki produk proteksi menyeluruh, maka asuransi mobil All Risk cek selengkapnya dulu agar bisa maksimal memanfaatkan jenis perlindungan tersebut.

Alasan Penting Memiliki Asuransi Mobil

Alasan penting memiliki asuransi mobil adalah menjadi penyelamat keuangan Anda. Misalnya, jika kendaraan tiba-tiba mogok dan mengalami kerusakan, maka Anda bisa mengeluarkan dana yang cukup banyak.

Mobil merupakan benda yang harganya tidak murah, begitu juga biaya servisnya. Dengan mengikuti asuransi mobil, keuangan akan terjaga dan tidak bocor untuk kebutuhan perbaikan mobil yang datang tiba-tiba.

Untuk mendapatkan benefit tersebut, tentu saja Anda harus mengeluarkan biaya atau premi per bulan atau tahun yang besarannya bisa disesuaikan dengan bujet Anda.

Dengan begitu, premi yang dibayarkan tidak menguras keuangan, namun ketika mobil masuk bengkel tak akan menguras uang tabungan. Sebab, asuransi siap memberi ganti rugi dan memberi penanganan hingga selesai.

Bahkan, Anda juga bisa memproteksi tidak hanya mobil, melainkan juga raga Anda dengan cara menambahkan perluasan jaminan dalam polis asuransi.

Jaminan Finansial dari Asuransi Mobil All Risk

Memilih asuransi mobil All Risk, maka jenis pertanggungan yang diperoleh meliputi penggantian biaya kerusakan ringan hingga parah dan kehilangan mobil. Sementara itu, jika tidak memiliki asuransi mobil All Risk, tentu saja hal itu menjadi tanggungan Anda yang harus dibayar dengan biaya pribadi.

Lain halnya jika memiliki asuransi mobil All Risk, maka Anda bisa mengajukan klaim jika penyebab kerugian tersebut disebabkan oleh tabrakan, benturan, tergelincir, terperosok, pencurian, hingga perbuatan jahat orang lain.

Khusus untuk Anda yang tinggal di kota-kota besar, kemacetan bisa menjadi sumber kerusakan lainnya pada kendaraan. Tidak hanya kerusakan besar, tetapi juga baret kecil yang tetap membutuhkan biaya tidak sedikit untuk memperbaikinya.

Biaya untuk perbaikan mobil baret bisa mencapai jutaan rupiah. Coba bayangkan kalau mobil berkali-kali baret, apalagi jika sampai penyok.

Belum lagi kalau ada kerusakan lain pada mobil akibat jarang diservis, bisa-bisa dompet jadi jebol untuk biaya perbaikan kendaraan. Karena itu, asuransi mobil All Risk bisa menjadi pilihan terbaik untuk melindungi kendaraan dari kerusakan sekecil apapun.

Asuransi satu ini juga cocok untuk mobil dengan usia nol sampai 10 tahun. Pasalnya, kondisi bodi mobil tersebut masih tergolong sangat mulus sehingga butuh perlindungan total.

Premi Asuransi Mobil All Risk

Berdasarkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6 /SEOJK.05/2017 tentang Penetapan Tarif Premi atau Kontribusi Pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2017, setiap perusahaan asuransi harus berpedoman terhadap penetapan tarif tersebut.

Adapun premi asuransi mobil dipengaruhi beberapa hal, yaitu kategori mobil, wilayah, dan rate premi.

Simulasi Perhitungan Asuransi All Risk

Berikut ini adalah simulasi perhitungan premi asuransi mobil All Risk:

Kategori Harga Kendaraan Wilayah I Wilayah 2 Wilayah 3
Kategori 1 0 – Rp125 juta 3,82% – 4,20% 3,26% – 3,59% 2,53% – 2,78%
Kategori 2 >Rp125 juta – Rp200 juta 2,67% – 2,94% 2,47% – 2,72% 2,69% – 2,96%
Kategori 3 >Rp200 juta – Rp400 juta 2,18% – 2,40% 2,08% – 2,29% 1,79% – 1,97%
Kategori 4 >Rp400 juta – Rp800 juta 1,20% – 1,32% 1,20% – 1,32% 1,14% – 1,25%
Kategori 5 >Rp800 juta 1,05% – 1,16% 1,05% – 1,16% 1,05% – 1,16%

Sumber: Surat Edaran OJK

Keterangan:

  • Wilayah 1: Sumatera dan Kepulauan di sekitarnya.
  • Wilayah 2: DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
  • Wilayah 3: Selain Wilayah 1 dan Wilayah 2.

Misalnya, Pak Bondan memiliki mobil seharga Rp500 juta dan tinggal DKI Jakarta. Mobilnya rusak dan membutuhkan asuransi mobil All Risk, berapakah jumlah premi yang harus dibayarkan?

Anggap saja presentase premi yang ditetapkan pihak asuransi adalah 1,25% karena berada di wilayah 2. Jadi perhitungannya seperti ini :

1,25% x Rp500 juta = Rp6.250.000.

Itulah pentingnya melindungi kendaraan dengan asuransi mobil, terutama All Risk yang lebih menyeluruh. Sudahkah Anda memiliki produk proteksi satu ini?

5/5 - (1 vote)